TAMAN NASIONAL
GUNUNG PALUNG

TAMAN NASIONAL
GUNUNG PALUNG

TAMAN NASIONAL
GUNUNG PALUNG

TAMAN NASIONAL
GUNUNG PALUNG

TAMAN NASIONAL
GUNUNG PALUNG

TAMAN NASIONAL
GUNUNG PALUNG

TAMAN NASIONAL
GUNUNG PALUNG

TAMAN NASIONAL
GUNUNG PALUNG

TAMAN NASIONAL
GUNUNG PALUNG

arrow
arrow
TAMAN NASIONAL GUNUNG PALUNG

Informasi Tentang Kawasan Taman Nasional Gunung Palung

  • Penilaian dan potensi Kawasan
  • Penentuan Kriteria
  • Potensi Sumber Daya Alam
  • Desain Tapak
Penilaian potensi kawasan merupakan dasar dalam penetapan zonasi TNGP. Penilain yang dilakukan dalam penentuan zonasi di TN Gunung Palunga dalah peta kontur, peta kelerengan, peta jaringan sungai, peta DAS, peta penutupan vegetasi, peta sebaran dan habitat potensial untuk orangutan, bekantan dan burung enggang, peta rawan bencana, data curah hujan data kampung/pemukiman masyarakat, peta sebaran budaya dan IPTEK Penilaian potensi yang terdapat pada masing–masing lokasi, merupakan dasar dalam penetapan desain tapak untuk pengusahaan pariwisata di TNGP. Penilaian potensi yang dilakukan dalam penentuan desain tapak diantaranya potensi keanekaragaman hayati, potensi obyek dan daya tarik wisata alam, termasuk juga sarana dan prasarana pendukung pariwisata alam yang ada. Berdasarkan potensi–potensi tersebut, ditentukan area publik yang dapat dinikmati oleh setiap wisatawan yang berkunjung serta area usaha yang diperuntukkan bagi pihak ketiga yang ingin memanfaatkannya melalui Izin Pengelolaan Pariwisata Alam (IPPA).
Acuan normatif dalam penentuan kriteria zonasi adalah UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Peraturan Menteri Kehutanan No. P.56/Menhut-II/2006 tentang Pedoman Zonasi Taman Nasional. Kedua regulasi tersebut telah mengatur zonasi kawasan taman nasional yang terdiri dari Zona inti, Zona rimba; Zona perlindungan bahari untuk wilayah perairan, Zona pemanfaatan, dan Zona lain (Zona tradisional, Zona rehabilitasi, Zona religi, budaya dan sejarah, dan Zona khusus).
TNGP dan sekitarnya merupakan rumah bagi diperkirakan 5000 individu subspecies terancam punah Pongo pygmaeus wurmbii. Ini merupakan kurang lebih 10% dari populasi orangutan Borneo yang tersisa (Yayasan Gunung Palung 2013). Terdiri atas dataran rendah basah tropis, rawa gambut dan hutan pegunungan, TNGP menjadi rumah bagi spesies endemik dan terancam punah lain yang tak terhitung jumlahnya termasuk kelempiau, beruang madu, bekantan, trenggiling, tarsius dan rangkong badak. Disamping nilai konservasi dan ilmiah dari satu-satunya hutan hujan dataran rendah alluvial yang masih utuh di Borneo, Taman Nasional ini juga merupakan kawasan penyimpan air yang penting, menyediakan air bersih bagi populasi di sekitarnya. Kawasan ini juga memainkan peranan penting dalam menangkal perubahan iklim di daerah sekitar, dengan hutan gambut dalam yang berfungsi sebagai penyerap karbon serta mitigasi banjir dan salinitas pasang surut yang merusak lahan pertanian pesisir. Kondisi ekosistem TNGP dengan hutan hujan tropis yang masih asli dan kaya akan jenisjenis satwa dan tumbuhan. Selain itu juga yang kaya akan keanekaragaman hayati baik terutama jenis-jenis dari hutan hujan tropis menunjukkan kekayaan potensi sumber daya alam yang sangat tinggi. Seluruh potensi tersebut belum seluruhnya dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengelolaan TNGP, pemberdayaan masyarakat di dalam/sekitarnya dan pengembangan ekonomi wilayah.
Desain Tapak adalah desain untuk Pengelolaan Pariwisata Alam di Taman Nasional Gunung Palung yang biasanya dapat dilaksanakan pada Zona Pemanfaatan dan Zona religi, dudaya dan sejarah berfungsi dan diperuntukan untuk memperlihatkan dan melindungi nilai-nilai hasiI karya, budaya, sejarah, arkeologi maupun keagamaan, sebagai wahana penelitian; pendidikan dan wisata alam sejarah, arkeologi dan religi dengan luas 289 Ha. Hingga saat ini, desain tapak pengelolaan pariwisata alan di TNGP masih dalam proses penyelesaian.
  • Letak dan Luas Kawasan +

    Taman Nasional Gunung Palung secara geografis terletak diantara 109° 54’ - 110° 28’ BT dan 01° 03’ - 01 °22’ LS. Sedangkan secara administrasi pemerintahan, terletak di dua wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara. Taman Nasional Gunung Palung berbatasan langsung dengan 6 (enam) kecamatan, yaitu Kecamatan Matan Hilir Utara di sebelah selatan, Kecamatan Sukadana di sebelah barat, Kecamatan Simpang Hilir di sebelah utara, Kecamatan Sungai Laur di sebelah timur, dan Kecamatan Sandai dan Nanga Tayap di sebelah tenggara. Berdasarkan Keputusan keputusan Menteri Kehutanan Nomor 448/Menhut-VI/1990 dengan luas ± 90.000 Ha. Kemudian pada tahun 2014 berdasarkan SK.4191/Menhut-VII/KUH/2014 Tanggal 10 Juni 2014 Tentang penetapan kawasan hutan Taman Nasional Gunung Palung seluas 108.043,90 (Seratus Delapan Ribu Empat Puluh Tiga dan Sembilan Puluh Perseratus) Hektar di Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat, sehingga luasnya bertambah. Menurut Bappeda Ketapang (2008), TNGP juga berbatasan dengan daerah-daerah pemanfaatan lainnya, yang sebagian besar statusnya adalah Perkebunan Besar Swasta (PBS) kelapa sawit. Batas-batas tersebut yaitu: • Bagian utara berbatasan dengan Sungai Air Merah, Sungai Matan, Sungai Batu Barat, Jalan Eks PT. Perkasa Tani Sejati (Matan-Kubing), Sungai Kubing. • Bagian Selatan berbatasan dengan Selat Karimata, Sungai Melinsum, Desa Riam Berasap Jaya, Desa Laman Satong, Sungai Siduk, Hutan Lindung Gunung Tarak, Desa Pangkalan Teluk, serta Sungai Lekahan. • Bagian Barat berbatasan langsung dengan Selat Karimata, Desa Gunung Sembilan, Desa Sutera, Desa Pangkalan Buton, Desa Pampang Harapan, Desa Sejahtera, Desa Benawai Agung, Desa Sedahan Jaya, Desa Harapan Mulia. • Bagian Timur berbatasan dengan Sungai Laur, Desa Sempurna, dan Desa Teluk Bayur.
  • Topografi +

    Topografi Kawasan Taman Nasional Gunung Palung sangat beragam mulai dari dataran rendah sampai ke dataran tinggi yang curam. Ketinggian areal di Taman Nasional Gunung Palung sangat bervariasi mulai kurang dari 1 m dpl di pesisir barat kawasan sampai dengan ketinggian 1.116 m dpl di tengah kawasan Taman Nasional. Areal yang mememiliki elevasi tertinggi yaitu di Puncak Gunung Palung (1.116 m dpl) dan Gunung Panti (1.050 m dpl). Berdasarkan kondisi topografi tersebut, kawasan Taman Nasional Gunung Palung dapat dibedakan kedalam dua jenis area topografi, yaitu areal dataran rendah dan areal berbukit. Areal berbukit berada di tengah dan bagian barat kawasan Taman Nasional Gunung Palung. Kawasan Taman Nasional Gunung Palung merupakan hamparan dataran rendah dimana ditengah kawasan terdapat jajaran perbukitan dan gunung. Gunung Palung dengan ketinggian 1.116 m dpl dan Gunung Panti dengan ketinggian 1.050 mdpl adalah merupakan puncak yang tertinggi pada kawasan ini. Keadaan alamnya masih asli dan kondisi topografi landai pada bagian selatan dan bergelombang hingga curam pada bagian sebelah barat.
  • Geologi dan Tanah +

    Hasil peta eksplorasi tanah yang dikeluarkan oleh Lembaga Penelitian Tanah Bogor Tahun 1964, terdapat empat jenis tanah di kawasan Taman Nasional Gunung Palung, yaitu organosol, alluvial, podsolik merah kuning dari bahan induk batuan endapan, dan podsolik merah kuning dari bahan induk batuan beku. Organosol dan podsolik merah kuning adalah jenis tanah dominan di kawasan ini, khususnya di ekosistem hutan rawa air tawar dan dataran rendah di pesisir pantai. (Soil and Land Information System, 2007). Jenis tanah yang mendominasi kawasan dan daerah sekitar Taman Nasional Gunung Palung adalah Podsolik Merah Kuning, Latosol, dan Litosol dengan bahan induk batuan beku endapan dan metamorf (Lembaga Penelitian Tanah Bogor, 1972). Fraksi tanah di kawasan Taman Nasional Gunung Palung, pada umumnya kasar, permiable, dan sangat mudah tererosi. Tanah lapisan atas umumnya granular dengan warna yang cenderung gelap, hal ini menunjukan bahwa pada permukaan tanah tersebut kaya akan bahan organik. Ini menandakan juga bahwa pada tempat tersebut terdapat aktifitas biologi yang berlangsung secara intensif dan selalu mengadakan recycling di tempat tersebut, sedangkan tanah pada lapisan di bawah permukaan (subsoil) berwarna merah hingga kuning; ini menandakan bahwa pada lapisan tersebut tidak terdapat bahan organic, yang ada hanya oksida-oksida hematite (besi) atau goethite, sedangkan di daerah rawa terdapat lapisan gambut dengan air sungainya berwarna merah teh. Jenis tanah di TNGP dapat dilihat pada Tabel 1dan Peta (Lampiran 8). m. Jenis-jenis tanah di TNGP adalah: 1. Aluvial :tanah yang terbentuk dari material harus hasil pengendapan aliran sungai di dataran rendah atau lembah 2. Latosol: tanah yang banyak mengandung zat besi dan aluminium. Tanah ini sudah sangat tua, sehingga kesuburannya rendah. Warns tanahnya merah hingga kuning, sehingga sering disebut tanah merah. Tanah latosol yang mempunyai sifat cepat mengeras bila tersing kap atau berada di udara terbuka disebut tanah laterit. 3. Gleisol :Jenis tanah ini perkembangannya lebih dipengaruhi oleh faktor lokal, yaitu topografi merupakan dataran rendah atau cekungan, hampir selalu tergenang air, solum tanah sedang, warna kelabu hingga kekuningan, tekstur geluh hingga lempung, struktur berlumpur hingga masif, konsistensi lekat, bersifat asam (pH 4.5 – 6.0), kandungan bahan organik. Ciri khas tanah ini adanya lapisan glei kontinu yang berwarna kelabu pucat pada kedalaman kurang dari 0.5 meter akibat dari profil tanah selalu jenuh air 4. Organosol : Tanah jenis ini berasal dari bahan induk organik dari hutan rawa, mempunyai ciri warna cokelat hingga kehitaman, tekstur debulempung, tidak berstruktur, konsistensi tidak lekat sampai dengan agak lekat, dan kandungan unsur hara rendah. Tanah ini terbentuk karena adanya proses pembusukan dari sisa-sisa tumbuhan rawa. 5. Podsolik : Tanah ini berasal dari batuan pasir kuarsa, tersebar di daerah beriklim basah tanpa bulan kering, curah hujan lebih 2.500 mm/ tahun. Tekstur lempung hingga berpasir, kesuburan rendah hingga sedang, warna merah, dan kering. Secara geologis, kawasan Taman Nasional Gunung Palung tergolong tua. Keadaan geologi kawasan ini menurut Direktorat Geologi Tahun 1971 sebagian besar terdiri dari bahan kwarter, intrusif plotonik asam dan efusif. Gunung Palung–Gunung Panti kompleks terdiri dari batu-batuan asam intrusive dan plutonik yang mengandung silika. Daerah dataran rendahnya sebagian besar tersusun oleh batuan alluvia quarternary. Juga terdapat sebagian kecil daerah dengan batuan efusit yang tidak terbelah, efusit intermediate, serta batu-batuan plutonik.
  • Iklim dan Hidrologi +

    Posisi kawasan TNGP yang berada di daerah hilir menjadikan kawasan ini termasuk ke dalam 6 (enam) Daerah Aliran Sungai, yaitu : • Daerah di sebelah utara kawasan termasuk dalam DAS Simpang dengan sungai utamanya adalah Sungai Semandang dengan anak sungainya antara lain Sungai Matan. • Sebagian daerah barat, termasuk dalam DAS Air Putih dan DAS Air Merah, dengan anak sungainya antara lain adalah Sungai Rantau Panjang, dan Sungai Melia. • Sebagian daerah sebelah timur juga termasuk dalam DAS Pawan dengan sungai utamanya adalah Sungai Pawan dengan anak sungainya antara lain Sungai Laur dan Sungai Lekahan. • Serta untuk sebagian kawasan di sebelah Selatan termasuk dalam DAS Siduk dengan sungainya antara lain Sungai Siduk, Sungai Pebihingan, Sungai Semanai, DAS Melinsum dan DAS Tolak.
  • 1

TAMAN NASIONAL GUNUNG PALUNG

Taman Nasional Gunung Palung merupakan hutan lindung yang berada di Kabupaten Kayong Utara tepat nya di daerah Sukadana.
Unduh sekarang

Kegiatan Lingkup Taman Nasional Gunung Palung

beberapa kegiatan yang dilakukan oleh stap Taman Nasional Gunung Palung.



  • All
  • Joomla
  • Portfolio
  • Wordpress
  • Default
  • Title
  • Date
  • Random

Wisata Alam Taman Nasional Gunung Palung

beberapa Objek wisata yang sering di kunjungi oleh masyarakat.



Lubuk Baji
Tuesday, 15 March 2016 17:26

Lubuk Baji terletak di wilayah Dusun Begasing, Desa Sedahan Jaya,...

Hubungi Kami

Apabila ingin berkunjung ke TNGP atau ingin bertanya seputar TNGP harap hubungi kami dengan alamat dan no telepon di bawah ini.



Social Media

Phone / Email:
(0534) 32720
This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
Address:
Jl. Gajah mada
78813, Ketapang, Kalimantan Barat, Indonesia